Postingan

Menampilkan postingan dengan label Unforgetable Story

Lomba Nyanyi Pertama

Gambar
Minggu 22 November 2009 Huray!!!! Akhirnya Ara ikut lomba juga... di TK Bayangkari, Ara ikut lomba Menyanyi.. Lagu Balonku dimulai... Gaya Oke dijalani... Cuma... begitu telinga dipasang ... Koq cuma bunyi "DOOOORRRRR!!!!!" yang terdengar... Anakku sayang... Setidaknya kamu sudah memulai.. sesuatu yang indah dengan berani.. Luv U, girl... So much....

Ibu.... sakit perut

Gambar
Hari ini Ara banyak tingkah... Ibu sakit perut Ibu sakit pinggang Ibu kukunya sakit Ibu aku cape sekali Ibu mau bobo aja dirumah... Jadi ketika malam ini jam delapan, dia cengar cengir sambil mengelus-elus perutnya sama sekali tidak terpikir kalau dia memang sedang menahan gejolak peristaltik usus besarnya... sampai tiba-tiba dia berteriak dari kamar mandi di ujung sana IBU..... sudah selesai.... aku mau caw** HAH!!! hebat anakku... hari ini di usianya yang 3,5 tahun sudah bisa pup sendiri.. dengan prosedur : 1. copot celana panjang 2. copot celana dalam 3. naik ke kloset yang lumayan tinggi untuk ukuran tubuh dia yang mungil 4. maaf.. 5. tapi beres dengan sempurna... tidak berani turun sebelum ibunya datang Buat kami, itu adalah prestasi luar biasa 2 Juli 2009

Tiga Calon Presiden Untuk Ara

Gambar
Entah kebetulan atau tidak. Pada suatu masa di bulan Maret 2009. Ara bertemu dengan 3 calon presiden yang diusung partainya masing-masing. Memang tidak pada satu kesempatan. Tapi masing-masing membekas dalam di benak Ara. Pertama, Pada suatu malam, di Galebo, ketika sedang asyik menikmati semangkuk bakso panas pak Alex, kami berempat (Ara, bapak, ibu dan eyang), disamperi pak Sutrisno Bachir. Sementara orang-orang disekeliling kami sibuk meminta foto bersama, kami seperti tidak perduli dengan kehadiran beliau. Wong tiap malam sudah ketemu beliau dan istri sedang bercengkerama dengan anak-anak jalanan... (maksudnya di tipi....). Mungkin pak PAN itu gerah, melihat kami yang jaim, atau memang kaminya yang menarik untuk didatangi (he..he..), pak Bachir menyapa Eyang Mama ” Monggo bu... baru santai?” ” Inggih pak. Pak Sutrisno njih....?” Eyang pura-pura bertanya, sementara lima menit sebelumnya kami sudah sikut-sikutan karena melihat hebohnya protokoler dengan kehadiran beliau. ” Inggih bu....

Tamuku Monyet....

20 April 2008 Jam 12 siang, mama lagi sibuk benahi taman di rumah sisi selatan. Gang selebar 1,5 meter itu sekarang sudah mulai rimbun dengan banyak tumbuhan merambat, memayung dan berbunga. Aku sendiri sedang bermain dengan ARA, dari kaca jendela kamar depan, tampak eyangnya Ara sedang menggunting beberapa daun dan ranting. Selagi aku dan Ara asyik dengan main baca-bacaan, tiba tiba kudengar mama berteriak keras : "Ana kethek...ana kethek....." Aku segera berlari menuju tempat mama berteriak-teriak itu. "apa sih ma? kelinci kali" kataku menyanggah mengingat si Kinci teman Ara memang suka berlarian kesana kemari mengagetkan kami2. "Masak kelinci bisa nangkring di teralis, ekornya panjang, nyengir lagi" hue..he..he..... tapi mana mungkin, kami nggak hidup di pinggir hutan, kami hidup di tengah kota yang padat penduduk meskipun di kanan kiri masih banyak sawah dan tanah kosong. Wak.... kera nyasar.... Ya wis lah, karena mama kekeuh kalau yang dilihat itu mon...

Wisuda Dokter Dayat (2)

Gambar
310308 Pagi jam 07, eyang sudah siap dengan semua perlengkapan dandannya. Baju kuning, sarung sutra terbaik sudah disampirkan di sisi tempat tidur. Sesekali kami berteriak pada Ara, karena upayanya meraih pernik-pernik pendandanan itu. Giwang sudah dipasang ditelinga, meski sampai miring-miring karena keberatan, dia tertawa terkikik-kikik di depan kaca rias. Anakku memang lagi masa-masa nya meniru segala sesuatu yang tampak indah dimatanya. Jam 8 pagi, bude Pur sekeluarga sudah siap didepan pintu gerbang. Ada bude Nik, Bu Sur dan Pak Sur, mbak Fikri. Mobil pertama berangkat menuju lokasi Pelantikan Dokter Baru Periode 163 di Auditorium UNS. Jam 9, aku dan Ara menyusul meluncur ke lokasi . Mampir sebentar ke Rolis, dapat kue dan coklat, sepanjang perjalanan Ara terlihat gembira. Alhamdulillah.... Sampai disana acara baru saja dimulai. Anak kecil tidak boleh masuk ke ruang upacara karena dianggap menganggu jalannya prosesi pelantikan. Yawistooooo, kami duduk-duduk di depan saja. Ara mene...

Ara dan Belalang Sembah

22 Jan 08 Sore itu kami sedang berkebun di belakang. Aku sibuk dengan slang air ditangan. Eyang dan Arif sibuk dengan rumput yang mulai tumbuh liar. Sementara Ara sibuk berlarian kesana kemari bersama Potter, anjing kami yang pintar main bola. Ara bergerak dari ujung ke ujung kebun mengejar Potter yang juga ribut berlarian menggiring bola. Tib-tiba seekor belalang menclok di pundak Arif, anak asuh kami. Lalu belalang itu diberikan pada Ara. Mulanya Ara terlihat geli pada belalang yang ramah itu. Tapi lama-kelamaan dia mau memegang dan mengelus-elusnya. Belalang sembah adalah sejenis serangga pemangsa daun yang punya empat kaki belakang dan dua kaki depan yang menyerupai tangan. Dua "tangan" itu selalu dalam posisi seperti menyembah. Tapi dia belalang yang ramah. Setiap kita meletakkannya diujung jari, dia akan berjalan-jalan dengan santai dari jari jempol ke jari manis. Berhenti sebentar untuk menyembah, lalu jalan lagi sambil menghitung berapa jumplah bulu yang dimiliki oran...