Entah kebetulan atau tidak. Pada suatu masa di bulan Maret 2009. Ara bertemu dengan 3 calon presiden yang diusung partainya masing-masing. Memang tidak pada satu kesempatan. Tapi masing-masing membekas dalam di benak Ara. Pertama, Pada suatu malam, di Galebo, ketika sedang asyik menikmati semangkuk bakso panas pak Alex, kami berempat (Ara, bapak, ibu dan eyang), disamperi pak Sutrisno Bachir. Sementara orang-orang disekeliling kami sibuk meminta foto bersama, kami seperti tidak perduli dengan kehadiran beliau. Wong tiap malam sudah ketemu beliau dan istri sedang bercengkerama dengan anak-anak jalanan... (maksudnya di tipi....). Mungkin pak PAN itu gerah, melihat kami yang jaim, atau memang kaminya yang menarik untuk didatangi (he..he..), pak Bachir menyapa Eyang Mama ” Monggo bu... baru santai?” ” Inggih pak. Pak Sutrisno njih....?” Eyang pura-pura bertanya, sementara lima menit sebelumnya kami sudah sikut-sikutan karena melihat hebohnya protokoler dengan kehadiran beliau. ” Inggih bu....